MAHASISWA STKIP AMLAPURA IKUTI DIKJURNAS DI LOMBOK

LOMBOK- Mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura yang juga merupakan anggota KMHDI mengikuti Diklat Jurnalistik Nasional (DIKJURNAS) di Lombok, 15-18 November 2019, tepatnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Lombok. Mahasiswa STKIP yang turut terlibat sebagai peserta dalam kegiatan DIKJURNAS adalah I Ketut Suardana dan Ni Kadek Eka Ariani. I Ketut Suardana sendiri merupakan mahasiswa UKM Jurnalistik di STKIP Agama Hindu Amlapura. Ketika mendapat kesempatan mengikuti DIKJURNAS ini, tentu Suardana sangat berbangga diri.

DIKJURNAS diikuti oleh perwakilan PD dan PC KMHDI se-Indonesia, beberapa alumni KMHDI, pengurus organisasi pemuda Hindu dan Islam daerah Lombok, serta sejumlah mahasiswa dari Universitas Mataram.

Narasumber yang hadir pada kesempatan itu adalah  Anita Wahid  dengan tema Milenial Lawan Hoax dan Najwa Shihab yang membawakan materi tema “Literasi Digital di Era Disinformasi”.

Diklat  berlangsung alot, seru dan penuh suka cita. Seluruh peserta sangat antusias mngikuti seminar apalagi saat  Najwa Shihab atau yang akrab disapa mbak Nana mengisi acara seminar. Banyak peserta merasa sangat bahagia karena bisa bertemu  lngsung, bersalaman, bahkan berpelukan dengn idolanya.

Suardana menuturkan ada beberapa hal penting yang dapat diperoleh peserta Diklat, yakni: (1) hoax sangat berbahaya bila kita tidak mampu menyikapinya dengn baik. (2) Setiap ada informasi terbaru, pelajarilah  agar tidak mudah terprofokasi dan rajin-rajinlah melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh. (3) Jangan biarkan diri kita diberdayakan oleh teknologi, tetapi yang seharusnya terjadi adalah kit lah yang memberdayakan teknologi itu. (4)  Menjadi mahasiswa tidak boleh manja. Mahasiswa harus memiliki jiwa kemandirian dan disiplin tinggi. (5) Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia. (6) Biasakan budaya membaca bukan sekadar tahu membaca.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembacaan deklarasi tolak hoax oleh Ketua Prisidium, I Kadek Andre Nuaba dilanjutkan dengan penandatanganan oleh Anita Wahid, I Kadek Andre Nuaba, dan Najwa Shihab. (Suar-Red)