Strategi JITU untuk Menjaga Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19
oleh: Ni Kadek Purnami

Kesehatan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kesehatan yang di maksud bukan hanya dari segi jasmani saja, tetapi terkait juga dari segi rohani. Kesehatan jasmani berpengaruh terhadap kesehatan rohani, demikian pula dengan sebaliknya. Jadi, sehat secara jasmani dan rohani itulah yang dinamakan sehat sempurna. Artinya, bahwa kesehatan itu tidak hanya mencakup lingkungan diri perseorangan, tetapi juga harus mengaitkannya dengan kesehatan di luar lingkup diri, baik jasmani maupun rohani.

Pada masa sekarang memiliki tubuh yang sehat merupakan dambaan bagi semua orang. Karena rencana hidup dan masa depan bisa tertunda sementara pada saat tubuh kita merasakan sakit. Pada saat kita merasakan sakit, kita cuma hanya mempunyai satu tujuan yaitu berusaha untuk sembuh. Ketika jatuh sakit, rencana kerja, program sekolah, dan kegiatan penting lainnya menjadi tertunda. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kesehatan menjadi harta yang tidak ternilai harganya bagi kita semua. Kesehatan menjadi modal yang besar dalam kehidupan, dalam beraktivitas, dan dalam mewujudkan cita-cita serta rencana di masa yang akan datang.

Seperti yang menjadi permasalahan saat ini, bukan hanya negara Indonesia, tetapi seluruh Dunia juga mengalami ancaman global dengan merebaknya penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tidak terbendung. Penularannya terjadi secara cepat, dalam hitungan detik jumlah kasus positif terjangkit virus ini semakin bertambah. Yang menjadi permasalahan saat ini adalah bagamana cara menghentikan penyebaran virus ini. Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia dan virus ini kali pertama ditemukan di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019 dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 04 Februari 2021 mengalami penambahan yaitu 11.434 orang sehingga total akumulatif yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 1.123.105 orang dengan jumlah kasus sembuh bertambah 11.614 orang. Jadi total akumulatifnya di Indonesia hingga saat ini terdapat 917.306 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh dan dinyatakan negatif. Sementara itu, kasus yang meninggal dunia ada penambahan yaitu 231 orang, sehingga total akumulatif ada 31.001 pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia.

Gejala awal infeksi virus Corona atau Covid-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Covid-19. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), batuk kering, sesak napas. Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu: diare, sakit kepala, konjungtivitis, hilangnya kemampuan mengecap rasa, hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia), dan ruam di kulit. Gejala-gejala Covid-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia.

Hingga saat ini sudah berbagai kebijakan pemerintah yang sudah bermunculan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Diantarannya adalah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Pola hidup bersih dan sehat ini dapat dilakukan melalui strategi JITU untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 secara masif.

Strategi yang yang dimaksud adalah untuk tetap menjaga kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini adalah dengan memperhatikan faktor JITU. Faktor JITU yang dimaksud, yakni (1) Jarak, (2) Imun Tubuh, dan (3) Usia. Dengan mengetahui ketiga faktor ini sebagai penentu penularan dan penyebaran Covid-19, maka dapat diterapkan kebijakan strategi dalam pencegahannya, seperti menjaga jarak melalui kebijakan physical distancing, social distancing, PSBB, PSBK, PKM, dan bahkan lockdown; menjaga imun tubuh melalui asupan makanan yang sehat dan bergizi, kegiatan olah raga rutin, dan beribadah; serta menjaga dan memperhatian orang-orang di sekitar yang berusia rentan tertular Covid-19 agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada usia rentan tersebut.

(Ni Kadek Purnami merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu angkatan 2020/2021)

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

Hubungi kami di WhatsApp
1