YUDISIUM: STKIP TEKANKAN POLA PIKIR MILENIALISME

Karangasem (05-12-2019)STKIP Agama Hindu Amlapura tahun ini kembali melahirkan lulusan Sarjana Strata 1 (S-1) Program Studi Pendidikan Agama Hindu sebanyak 25 orang ditandai dengan adanya Yudisium. Yudisium yang digelar di Aula STKIP Agama Hindu Amlapura, Senin (04/12) tampak berbeda, sebab banyak ditekankan agar para yudisiawan/yudisiawati memiliki pola pikir dinasmis dan milenialisme.

Komang Badra, selaku Ketua panitia menyampaikan selamat kepada para yudisiawan/yudisiawati yang terdiri atas 25 orang dari Prodi Pendidikan Agama Hindu serta besar harapan agar selalu menjaga nama baik almamater.

“Selamat kepada yudisiawan/yudisiawati. Yudisium merupakan tahap akhir dalam jenjang pendidikan ini dan semoga selalu dapat aktif serta selalu menjaga nama baik almamater STKIP Agama Hindu Amlapura.”ucapnya

Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura, Wayan Dwija dalam kesempatan ini juga berpesan kepada para yudisiawan/yudisiawati agar selalu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama berkuliah, pintar mencari peluang serta harus kreatif dan inovatif dalam menyongsong era milenial. Dwija juga berpesan kepada para dosen agar selalu dapat mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas.

“Selamat saya ucapkan. Ini merupakan langkah awal menuju kesuksesan. Saya harapkan saudara semua mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat, pintar mencari peluang masuk dalam era milenial. Para Dosen juga saya harapkan agar selalu dapat mencetak lulusan berkualitas,” ucapnya.

Turut hadir pula dalam kesempatan itu Sekretaris Yayasan Perguruan Parisada Amlapura, Drs. I Putu Arnawa, S.Ag., M.Si. yang turut memotivasi para yudisiawan/yudisiawati agar selalu inovatif dalam menghadapi era milenial, merubah pola pikir menjadi dinamis serta berpikir maju.

“Saudara semua harus mampu menyesuaikan diri dengan hal-hal yang bersifat milenial bergelut dengan dunia digital, memanfaatkan media yang baik. Selamat para yudisiawan yudisiawati  dan sukseslah dengan berpikir dengan mindset era milenial, miliki pikiran dinamis dan jadilah sukses baik di dalam maupun di luar Bali,” imbuhnya. Hal menarik yang disampaikan oleh Sekretaris Yayasan di akhir sambutannya terkait strategi dalam berperang, yaitu “Jangan ragu jika maju. Jangan maju jika ragu.” Singkat, padat, dan jelas. Namun, mengandung makna yang mendalam sebagai bekal para lulusan STKIP agar tidak pernah ada keragu-raguan melangkah demi mencapai kesuksesan di dunia kerja. (Mar-red.)